Hati Kita Ibarat istana, bukan tempat sampah..
Jangan jadikan hati kita tempat sampah yang penuh dengan dosa-dosa subhat & syahwat..
Hati Kita Ibarat istana, bukan tempat sampah..
Jangan jadikan hati kita tempat sampah yang penuh dengan dosa-dosa subhat & syahwat..
Bukankah suatu saat nanti kita akan dimasukan ke dalam liang kubur..?
Bertaqwalah kepada Allah, taatilah Allah dan Rasul Nya sebelum semuanya terlambat...
Tiga waktu diijabahi (dikabulkan) do’a
Dalam sebuah hadits disebutkan
,ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ“
Tiga waktu diijabahi (dikabulkan) do’a yang tidak diragukan lagi yaitu: (1) do’a orang yang terzholimi, (2) do’a seorang musafir, (3) do’a orang tua pada anaknya.”
(HR. Ahmad 12/479 no. 7510, At Tirmidzi 4/314 no. 1905, Ibnu Majah 2/1270 no. 3862. Syaikh Al Albani menghasankan hadits ini)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(Al Quran Surat An-Nūr:21)
Memasak adalah tantangan untuk semakin kreatif.
Mencuci adalah kesenangan karena melihat yang kotor jadi bersih kembali.
Menyuapi anak adalah kelegaan karena menatap ceria wajahnya yang polos tanpa beban.
Mendampingi anak belajar adalah kebahagiaan karena kita sedang menjalani peran seorang pendidik generasi Rabbani.
Ketika semua dilakukan dengan cinta. Ketika yang kita ingat saat melakukan semua itu adalah mengharap ridha Allah dan balasan surgaNya.
Dunia ummahat berisi peluh dunia untuk menghimpun bahagia akhirat.